we can do it

create, care, inovative and energic.

Eloknya bunga ungu ini

keindahan yang menawan tercermin dari sikap yang ditunjukkan

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Minggu, 20 Oktober 2013

Pantai Sadeng, the next beach plan my trip. . .




Perjalanan menikmati keindahan pantai merupakan hal yang menyenangkan. Walaupun harus menepuh jarak berpuluh meter dari kota Yogyakarta menuju Gunung Kidul namun akan terasa menyejukkan mata dan terasa peluh ini terbayar oleh keelokan pantai yang ditawarkan.
Sebelum mengunjunginya, saya mencari informasi tentang keindahan pantai ini. Ketertarikanku pada pantai ini bermula saat temanku anak Malang menanyakan tentang keindahan pantai ini dan berencana akan mengunjunginya. Inilah sekilas informasi tentang panati Sadeng:  
 Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir tenang dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang kini berada di Kabupaten Gunung Kidul. Namun, empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi. Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa perlahan terangkat. Arus sungai akhirnya tak bisa melawan hingga akhirnya aliran pun berbalik ke utara. Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya. Wilayah ini menjadi kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.

Kini, bekas aliran sungai yang populer lewat lagu keroncong berjudul Bengawan Solo ciptaan Gesang itu menjadi objek wisata menarik. Tak ketinggalan Pantai Sadeng yang menjadi muaranya, selain menjadi objek wisata juga menjadi salah satu pelabuhan perikanan besar di Yogyakarta. Keduanya menjadi jejak geologi yang berharga. Beberapa waktu lalu, sempat diadakan paket wisata menyusuri jalur Bengawan Solo Purba hingga muaranya.

Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, beberapa ratus meter jalur aliran Bengawan Solo Purba bisa dinikmati pemandangannya. Jalur aliran itu bisa dilihat setelah sampai di dekat plang biru bertuliskan "Girisubo - Ibukota Kecamatan". Berhenti sejenak di pinggir jalan menuju pantai atau berjalan perlahan adalah cara paling tepat untuk menikmati pemandangan bekas aliran ini, sekaligus memberi kesempatan mengabadikannya dengan kamera
Jalur aliran juga bisa disusuri ke arah selatan hingga bekas muaranya di Pantai Sadeng. Menurut penuturan salah seorang nelayan, muara Bengawan Solo Purba berada di pantai sebelah timur, wilayah yang kini termasuk areal pelabuhan perikanan. Meski demikian, penyusuran ke selatan tak akan seindah ke utara, sebab jalan yang menuju ke Pantai Sadeng tidak searah dengan jalur aliran sungai terbesar di Jawa itu.

Tak sabar aku mengunjungi pantai tersebut. O yeye,,, semoga bisa terwujud.




Sabtu, 19 Oktober 2013

Usahaku yang mulai ku kembangkan

Ada berbagai hal yang dapat dilakukan oleh mahasiswa. Salah satunya adalah berwirausaha. Wirausaha atau akrab dikenal dengan entrepreneur inilah yang juga menjadi tren saat ini. Tanpa disadari, memeupuk jiwa untuk berwirausaha menjadikan mahasiswa tersebut setidaknya bisa menambah uang saku tambahan (hehe^^).
well, bagaimana dengan diriku? Ternyata hal ini juga menarim perhatianku untuk mencicipi manisnya berwirausaha. Meskipun bukan tanpa sebab aku memulainya, tapi aku bangga dengan hal ini. 
Aku namakan usahaku Rufaeeda's Collect.Saat ini aku mengoleksi baju gamis, kartu perdana, lulur ibu dan telopia yang ku jadikan produk ku.
Aku berharap ini usahaku akan membuat diriku menambah usaha2 yang lain.

jika mau liat2 silakan visit to my fans page FB @Rufaeeda's Collection di https://www.facebook.com/pages/Rufaeedas-Collection/210445815786746?ref=ts&fref=ts

so, selagi kamu bisa. why not??


Dialah sang "Elang"


Elang Gumilang: Berawal dari Donat Keliling, Kini Menjadi CEO
Sapa yang tak kenal sosok ini. Muda menginspirasi.Orang yang menekuni dan tertarik dengan entrepreneur tentunya akan sedikit tahu tentang dirinya. Begitu pula dengan ku.

Namanya Elang Gumilang. Usianya kini bahkan belum mencapai 30 tahun, namun perputaran roda bisnisnya telah mampu menghasilkan omset sekitar 54 miliar rupiah. Bisnis yang digelutinya mulai dari dunia pertambangan, pengembangan perumahan, pelatihan bisnis hingga periklanan telah menghantarkan Elang menjadi seorang miliarder di usia muda.
Elang Gumilang kini telah menjadi CEO yang dari perusahaan dibentuknya dengan nama Elang Group. Perusaahn Elang Group menjadi induk dari beberapa anak perusahaan seperti PT. Elang Semestaguna, PT Bild Consulting, dan PT Bumi Karsa Semesta.Kesuksesan yang ia peroleh ini didapat dari hasilnya bekerja menjadi tenaga pemasaran rumah, mendirikan kursus bahasa Inggris dan berjualan aneka barang mulai dari bohlam, minyak goreng,

 "bahkan ketika masih sekolah dulu ia sempat berdagang keliling donat menjajakan donat- donat dagangannya ke beberapa SD dan saat itu ia mampu memperoleh keuntungan sekitar Rp.50.000/hari ".
Elang yang merupakan anak sulung dari 3 bersaudara ini memang telah mempunyai jiwa bisnis sejak kecil. Bakat ini mungkin diturunkan oleh sang ayah, H. Misbah yang berprofesi sebagai seorang kontraktor bangunan. Butuh waktu kurang lebih 4 tahun bagi Elang untuk bisa meyakinkan orang tuanya bahwa ia mampu menjalankan bisnis properti, yang sebelumnya selalu gagal.(jadi orang yang sukses itu perlu tahap dan pengorbanan).
        Pada tahun 2005, Elang mencoba memulai bisnis properti dengan mencoba mengikuti tender rehabilitasi sekolah dasari di Jakarta dan akhirnya ia berhasil mendapatkan proyek tersebut.Kemudian di tahun 2007, Elang membuat Rumah Sangat Sederhana (RSS) dengan modal 340 juta yang ia peroleh dari hasil patungan. Perumahan yang ia bangun ini tergolong cukup murah, sehingga benar- benar bisa dijangkau oleh masyarakat berpenghasilan rendah. Perumahan yang ia dirikan dalam tipe 22/60 dan tipe 36 (36/60 dan 36/72). Dengan membanderol rumah seharga 25-37 juta rupiah per unit, maka perumahan di Griya Salak Endah, Cinangneng, Bogor ini langsung diserbu pembeli dan laku terjual. Hingga akhirnya pada tahun 2007 juga, Elang menjadi Pemenang I Wirausaha Muda Mandiri untuk Kategori Diploma dan Mahasiswa. Luar biasanya, saat itu Elang bahkan masih menjadi mahasiswa yang masih duduk di tingkat IV di Fakultas Manajemen dan Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB), meski ia telah menjadi seorang kontraktor kecil- kecilan.
        Hingga saat ini, berkat jiwa kewirausahaan dan keuletannya dalam menjalani hidupnya, Elang Gumilang telah mendapatkan beragam penghargaan dari berbagai institusi. Sebut saja, Top Youth Enterpreneur versi Warta Ekonomi di 2008, Man of The Year 2008 versi Grup Jawa Pos, Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One, Juara Lelaki Sejati Inspirasi 2009 versi Bentoel, Tokoh Pilihan Majalah Tempo di tahun 2009, penghargaan Ernst& YoungIndonesia Entrepreneur of The Year 2010, dan Pemuda Andalan Nusantara 2010. (dari berbagai sumber)


sumber: 
Dikutip dari http://www.indonesiaberprestasi.web.id/kisah-motivasi/penjual-donat-keliling-jadi-ceo/ pada bulan Maret 2013 dengan beberapa pengubahan

Diabetes Mengancam

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit tidak menular yang bisa menjadi ancaman serius bagi pembangunan kesehatan. Alasannya, DM dapat menimbulkan komplikasi penyakit seperti kebutaan, gagal ginjal, stroke, dan jantung.
Sebuah perusahaan kesehatan global asal Denmark, Novo Nordisk, merilis laporan bahwa saat ini ada 7,6 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes, namun hanya 41 persen yang terdiagnosa. Penderita diabetes yang menerima perawatan hanya 39 persen, dan hanya 0,7 persen yang mencapai target pengobatan diabetes.

Informasi ini dituangkan dalam laporan Blueprint for Change yang dilakukan Novo Nordisk. Laporan ini adalah serangkaian studi kasus di beberapa Negara, termasuk Indonesia untuk lebih memahami fenomena diabetes.

Vice President Global Public Affairs Novo Nordisk, Niels Lund mengatakan, ada empat hambatan utama dalam menangani diabetes. Pertama, rendahanya pengetahuan pencegahan dan pengobatan diabetes. Kedua, ketidakmerataan penyediaan dan kebutuhan kesehatan. Ketiga, terbatasnya sumber daya sistem kesehatan publik. Terakhir, terbatasnya jumlah pasien yang mendapat pengobatan diabetes.

"Masyarakat harus paham gejalanya. Di Indonesia persoalannya adalah diagnosa, masih banyak potensi diabetes tapi tidak sadar bahwa mereka mengidapnya," kata Niels di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa 3 September 2013.


sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/09/04/060510077/Penderita-Diabetes-Indonesia-Capai-76-Juta

Jumat, 18 Oktober 2013

ASKEP DM


Diabetes Melitus adalah merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul pada diri seseorang yang disebabkan karena adanya peningkatan kadar gula (glukosa) darah akibat kekurangan insulin baik absolut maupun relatif.Diabetes melitus ini diagnosanya didirikan awalnya dipikirkan dengan adanya gejala khas yang terdapat pada pasien yang menderita DM ini yang berupa polifagia (banyak makan), poluria (banyak kencing), polidipsia, lemas, dan berat badan turun. Gejala lain yang seringkali dikeluhkan penderita Diabetes Melitus adalah kesemutan, gatal, mata kabur, dan impotensi pada pria, serta pruritus vulva pada wanita.Maka hari ini blog Keperawatan akan mencoba sharing mengenai ini.Semoga artikel mengenai askep DM / diabetes melitus ini memberikan manfaat.

Dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus ada beberapa pemeriksaan penunjang khususnya pemeriksaan laboratorium diantaranya yaitu :

  • Glukosa darah sewaktu
  • Kadar glukosa darah puasa
  • Tes toleransi glukosa

Dalam kriteria yang diterapkan oleh WHO untuk penyakit diabetes melitus ini dalam hasil laboratorium hasil pemeriksaannya menunjukkan :

  • Glukosa plasma sewaktu >200 mg/dl (11,1 mmol/L)
  • Glukosa plasma puasa >140 mg/dl (7,8 mmol/L)
  • Glukosa plasma dari sampel yang diambil 2 jam kemudian sesudah mengkonsumsi 75 gr karbohidrat (2 jam post prandial (pp) > 200 mg/dl


Tujuan yang utama dalam memberikan terapi pada askep diabetes melitus / DM ini yaitu mencoba menormalkan aktivitas insulin dan kadar glukosa darah yang dimaksudkan untuk bisa mengurangi komplikasi vaskuler serta neuropati. Tujuan terapeutik pada setiap tipe diabetes adalah mencapai kadar glukosa darah normal.Beberapa komponen penting dalam penatalaksanaan askep DM / diabetes melitus ini adalah dengan :

  1. Diet diabetes melitus.
  2. Latihan.
  3. Pemantauan glukosa darah
  4. Terapi (jika diperlukan)
  5. Pendidikan kesehatan.

Pengkajian yang dilakukan perawat dalam memberikan askep DM / diabetes melitus yaitu :

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga : Yang dikaji adakah keluarga yang menderita penyakit seperti klien ?
  2. Riwayat Kesehatan Pasien dan Pengobatan Sebelumnya : Yang dikaji berapa lama klien menderita DM, bagaimana penanganannya, mendapat terapi insulin jenis apa, bagaimana cara minum obatnya apakah teratur atau tidak, apa saja yang dilakukan klien untuk menanggulangi penyakitnya.
  3. Aktivitas/ Istirahat : Yang dikaji gejala seperti lemah,letih, mengalami kesulitan bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun.
  4. Sirkulasi : Yang dikaji adakah riwayat hipertensi, AMI, klaudikasi, kebas, kesemutan pada ekstremitas, ulkus pada kaki yang penyembuhannya lama, takikardi, perubahan tekanan darah.
  5. Integritas Ego : Stress, ansietas.
  6. Eliminasi : Perubahan dalam pola berkemih ( poliuria, nokturia, anuria ), diare
  7. Makanan / Cairan : Anoreksia, mual muntah, tidak mengikuti diet, penurunan berat badan, haus, penggunaan diuretik.
  8. Neurosensori : Pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas kelemahan pada otot, parestesia,gangguan penglihatan.
  9. Nyeri / Kenyamanan : Abdomen tegang, nyeri (sedang / berat).
  10. Pernapasan : Batuk dengan / tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi / tidak).
  11. Keamanan : Kulit kering, gatal, ulkus kulit.


Diagnosa Keperawatan serta masalah keperawatan yang ditegakkan pada askep DM / diabetes melitus ini diantaranya yaitu :

  1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan
  2. Kekurangan volume cairan
  3. Gangguan integritas kulit
  4. Resiko terjadi injuri

Intervensi askep diabetes melitus / DM :
1. Resiko tinggi gangguan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan penurunan masukan oral, anoreksia, mual, peningkatan metabolisme protein, lemak.
Tujuan : Kebutuhan nutrisi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil :

  • Pasien dapat mencerna jumlah kalori atau nutrien yang tepat
  • Berat badan stabil atau penambahan ke arah rentang biasanya

Intervensi :

  1. Timbang berat badan setiap hari atau sesuai dengan indikasi.
  2. Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dapat dihabiskan pasien.
  3. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen / perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum sempat dicerna, pertahankan keadaan puasa sesuai dengan indikasi.
  4. Berikan makanan cair yang mengandung zat makanan (nutrien) dan elektrolit dengan segera jika pasien sudah dapat mentoleransinya melalui oral.
  5. Libatkan keluarga pasien pada pencernaan makan ini sesuai dengan indikasi.
  6. Observasi tanda-tanda hipoglikemia seperti perubahan tingkat kesadaran, kulit lembab/dingin, denyut nadi cepat, lapar, peka rangsang, cemas, sakit kepala.
  7. Kolaborasi melakukan pemeriksaan gula darah.
  8. Kolaborasi Medis dengan pemberian pengobatan insulin.
  9. Kolaborasi dengan ahli diet.


2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik.
Tujuan : Kebutuhan cairan atau hidrasi pasien terpenuhi
Kriteria Hasil : Pasien menunjukkan hidrasi yang adekuat dibuktikan oleh tanda vital stabil, nadi perifer dapat diraba, turgor kulit dan pengisian kapiler baik, haluaran urin tepat secara individu dan kadar elektrolit dalam batas normal.
Intervensi :

  1. Pantau tanda-tanda vital, catat adanya perubahan TD ortostatik.
  2. Pantau pola nafas seperti adanya pernafasan kusmaul.
  3. Kaji frekuensi dan kualitas pernafasan, penggunaan otot bantu nafas.
  4. Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mukosa.
  5. Pantau masukan dan pengeluaran.
  6. Pertahankan untuk memberikan cairan paling sedikit 2500 ml/hari dalam batas yang dapat ditoleransi jantung.
  7. Catat hal-hal seperti mual, muntah dan distensi lambung.
  8. Observasi adanya kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur.
  9. Kolaborasi Medis : Berikan terapi cairan normal salin dengan atau tanpa dextrosa, pantau pemeriksaan laboratorium (Ht, BUN, Na, K).


3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan perubahan status metabolik (neuropati perifer).
Tujuan : gangguan integritas kulit dapat berkurang atau menunjukkan penyembuhan.
Kriteria Hasil : Kondisi luka menunjukkan adanya perbaikan jaringan dan tidak terinfeksi
Intervensi :

  1. Kaji luka, adanya epitelisasi, perubahan warna, edema, dan discharge, frekuensi ganti balut.
  2. Kaji tanda vital.
  3. Kaji adanya nyeri.
  4. Lakukan perawatan luka
  5. Kolaborasi pemberian insulin dan medikasi.
  6. Kolaborasi pemberian antibiotik sesuai indikasi.


4. Resiko terjadi injuri berhubungan dengan penurunan fungsi penglihatan.
Tujuan : Pasien tidak mengalami injuri.
Kriteria Hasil : Pasien dapat memenuhi kebutuhannya tanpa mengalami injuri.
Intervensi :

  1. Hindarkan lantai yang licin.
  2. Gunakan bed yang rendah.
  3. Orientasikan pasien dengan ruangan.
  4. Bantu pasien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
  5. Bantu pasien dalam ambulasi atau perubahan posisi.


Daftar Pustaka :

  • Luecknote, Annette Geisler, Pengkajian Gerontologi alih bahasa Aniek Maryunani, Jakarta:EGC, 1997.
  • Doenges, Marilyn E, Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien edisi 3 alih bahasa I Made Kariasa, Ni Made Sumarwati, Jakarta : EGC, 1999.
  • Carpenito, Lynda Juall, Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa YasminAsih, Jakarta : EGC, 1997.
  • Smeltzer, Suzanne C, Brenda G bare, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8 Vol 2 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih, Jakarta : EGC, 2002.
  • Ikram, Ainal, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam : Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga, Jakarta : FKUI, 1996.
  • Arjatmo Tjokronegoro. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta : Balai Penerbit FKUI, 2002

Nursing informatics Class




Pada blok 4.1 tahun ini, kami dihadapkan pada mata kuliah yang salah satunya adalah tentang elective. Mata kuliah elective adalah mata kuliah yang harus dipilih oleh mahasiswa di tahun ke empat.  Dan alhasil, saya memilih mata kuliah yang menjadi harapan bagi saya bisa  menambah pengetahuan tentang IT. 

"Kenapa nggak ambil bahasa inggris atau bahasa jepang aja? "
Yap, jawaban pastinya adalah karena saya nggak mau frustasi dengan tugas yang banyak. Suruh nulis huruf-huruf kanji dan teman2nya lagipula saat saya SMA saya belum pernah belajar ni bahasa sama sekali dan ane belum jago nyepik inggris broo… tapi masalah IT pun aku juga belum terlalu mahir sih, tapi apapun itu alasannya, IT tetap pilihanku..hehe jaya dah elektiv IT.

Sedikit cerita tentang suka duka memilih elektiv IT tahun ini. Dimulai dengan KRSan saya yang agak sedikit telat jika dibandingkan dengan teman-teman yang lain. Trus terdengar kabar bahwa wajib memilih elektiv dan ada kuotanya. Wah, ternyata dari pihak prodi tidak memberikan kuota karena ini berhubungan dengan minat (leganya,,,^^). Fenomena pun terjadi. Kelas kami gunjang ganjing karena peminat IT meledak. Sedangkan peminat bahasa lebih sedikit. Hingga di sepakati adanya rembugan bahkan rencananya akan ada tes untuk masuk IT. Sebagian dari kami memilih untuk melepaskan tali idealis IT nya ke bahasa jepang (vickinisasi banget ni bahsanya) trus sebagian yang lain tetap memilih IT. Hingga hasil akhirnya adalah hanya elective IT dan bahasa jepang untuk tahun ini. Electiv inggris ditiadakan.

“TERTARIK” itulah kata yang tepat untuk mengungkapkan tentang apresiasiku tentang elektiv ini. Bukankah segala sesuatu yang dikerjakan dengan adanya ketertarikan akan menjadikan hasilnya lebih maksimal. Jika tidak meyenangkan maka meskipun hal itu mudah sekalipun tentunya saat mengerjakan juga tidak semangat (menurut ane sih gitu ^^).
Ternyata nursing informatics itu membuatku paham tentang bagaimana aplikasi-aplikasi keperawatan yang mungkin kelak juga akan bisa dibuat oleh perawat-perawat Indonesia untuk memudahkan kinerja perawat sendiri. Apakah sekarang mahir? Jawabannya tidak… hehe. Tapi saya akhirnya tahu tentang software apa saja yang bisa dimanfaatkan perawat yang bisa di download di gadget nya. Diajarkan juga tentang macam-macam smartphone (ya intinya sih pilih aja samartphone yang OS nya tidak terlalu ketinggalan dengan yang baru dan pastinya melihat budget juga), dan juga diperkenalkan tentang SPSS, EpiInfo, suruh nge blog dengan berkutat html yang njlimet dan pendeskripsian data di EpiInfo.
Hal yang tak kalah menyenangkan dalam elektiv ini adalah kunjungan lapangan ke RSUD Banyumas. Di RSUD ini telah menerapkan SIM keperawatan ( Sistem Informasi Manajemen Keperawatan). Ya seperti itulah yang kami harapkan kelak bagi perkembangan teknologi keperawatan.

Aku merasa enjoy di mata kuliah Elektiv IT ini. Ya enjoy aja walau kuliah sampai sore, jadwal yang terkadang mendadak, dan tidak ada ujian akhir.haha..
Amazing,, Tuhan berkehendak lain, tidak ada ujian akhir tapi tugasnya njlimet dan seabrek. Membuat blog yang berkutat dengan html selama beberapa jam, Epi Info dengan pendeskripsiannya yang kelihatannya susah tapi terlihat menyenangkan setelah menyelesaikannya (*prĂȘt).
Semoga kelak aku bisa mengamalkan ilmuku ini. 
be nursing preneur and nursing informatic ^^9


Merawat Luka pada Anak

Lecet adalah luka dangkal terbuka yang menimbulkan perdarahan dan kerusakan ujung-ujung saraf di kulit, yang menimbulkan rasa perih. Lecet biasanya karena bergesekan dengan permukaan tanah atau benda keras lainnya. Anak-anak usia 1-3 tahun sering mengalami lecet ketika mereka belajar berjalan, berlari dan mengeksplorasi sekitarnya. Anak-anak yang lebih besar juga sering mengalaminya ketika mereka bermain dan berolahraga. Bila anak Anda mengalami lecet, apa yang sebaiknya dilakukan? Berikut adalah 7 langkah perawatan lecet pada anak:

1. Tenangkan anak

Anak-anak biasanya akan menangis ketika mengalami luka, sebagian bahkan akan meraung-raung atau menjerit-jerit. Tangisan itu merupakan kombinasi dari rasa sakit, rasa takut/cemas dan minta perhatian. Sebelum dapat mengatasi lukanya, tenangkan dulu anak Anda agar secara psikologis merasa aman dan terlindungi. Setelah tenang, barulah Anda bisa melakukan tindakan selanjutnya.

2. Cuci tangan Anda

Sebelum melakukan perawatan, basuh kedua tangan Anda dengan air bersih dan sabun. Hal ini mencegah penularan kuman dari tangan Anda.

3. Bersihkan luka

Bila anak jatuh di tanah atau tempat berpasir, kemungkinan lukanya kotor. Bersihkan luka dengan air agar semua pasir dan tanah yang mengotori terbasuh sepenuhnya untuk mencegah infeksi. Lakukan dengan perlahan dari bagian dalam luka ke luar. Air yang digunakan bisa air jernih dari kran atau lebih baik lagi bila air matang yang steril. Anda dapat membuang kotoran yang tersisa menggunakan kasa steril yang dibasahi.

4. Terapkan antiseptik

Setelah luka benar-benar bersih, terapkan cairan antiseptik pada luka. Antiseptik yang biasa dipakai umumnya adalah yang berbasis povidone iodine. Sebaiknya tidak memakai antiseptik yang mengandung alkohol karena dapat membuat luka terasa lebih perih.

5. Perban luka bila perlu

Luka biasanya lebih cepat sembuh jika dibiarkan terbuka. Namun, seringkali luka perlu juga ditutup untuk menghindari terkena kotoran, terutama bila anak Anda sangat aktif dan lingkungannya banyak debu dan kotoran. Gunakan perban yang tidak lengket pada luka agar mudah dilepaskan dan diganti tanpa menimbulkan luka baru. Perban yang kedap air dapat membuat anak tetap bisa mandi. Perban harus diganti minimal setiap dua hari sekali agar tidak kotor dan lembab/basah.

6. Biarkan luka mengering

Jaga luka dari benturan. Jangan mencabut atau menggaruk keropeng setelah terbentuk, meskipun penampilannya terlihat jelek. Itu adalah lapisan steril yang melindungi luka dari infeksi ketika dalam proses penyembuhan. Gatal di sekitar luka adalah hal yang baik, karena menandakan bahwa proses penyembuhan sedang berlangsung.

7. Bawa ke dokter bila infeksi

Keenam langkah di atas biasanya sudah cukup untuk menyembuhkan luka. Namun, ada kalanya anak perlu dibawa ke dokter untuk perawatan lebih lanjut bila menunjukkan tanda-tanda infeksi, seperti:

  • Pembengkakan di daerah luka
  • Nanah terbentuk di daerah luka
  • Kulit kemerahan yang menyebar di sekitar luka
  • Peningkatan rasa sakit pada luka
  • Penampilan lesu dan kurang sehat
  • Suhu tubuh tinggi (demam ) yaitu 38 ° C atau lebih
  • Kelenjar limfa membengkak
Luka yang terinfeksi biasanya dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik untuk beberapa hari.

Waspada tetanus

Meskipun kini sudah semakin langka, ancaman bahaya tetanus masih tetap ada. Bakteri tetanus (clostridium tetani) dapat masuk ke dalam luka yang tidak terawat dengan baik. Setelah berkembang biak, mereka mengeluarkan racun yang membuat otot-otot menjadi kejang. Otot pertama yang kejang adalah di bagian rahang, sehingga mulut tidak dapat dibuka. Itulah mengapa tetanus sering disebut sebagai “kejang mulut “. Otot-otot lain dalam tubuh juga akan kejang sehingga penderita tidak bisa bergerak. Bahaya mengancam ketika kejang membuat organ-organ vital tubuh gagal berfungsi.
Bila Anda mendapati tanda-tanda infeksi tetanus, segeralah membawa anak Anda ke rumah sakit. Tetanus perlu dirawat secara intensif di rumah sakit yang memiliki alat bantu pernapasan dan peralatan penunjang lainnya.

http://majalahkesehatan.com/7-langkah-merawat-luka-lecet-pada-anak/